Kamis, Oktober 30, 2014

Pesawat Finn Air Pakai Bahan Bakar Minyak Jelantah, Di Indonesia?

Kebayang ngga sih, kalau Minyak Goreng Bekas (Used Cooking Oil) atau sering disebut dengan minyak jelantah ini dijadikan Bahan Bakar Pesawat Terbang. Apakah ini cuma isu belaka? Ternyata fakta, Beneran, dan Ilmiah.  Finn Air, maskapai penerbangan terbesar di Finlandia menggunakan bahan Bakar Minyak Goreng Bekas sebagai campuran bahan bakar Pesawat Finn Air. Fakta ini dikutip InfoTech Review dari Lifestyle.Liputan6 melalui siaran pers Finn Air.

Pesawat Finn Air Pakai Bahan Bakar Minyak Jelantah: di Indonesia?


Mereka mengklaim, hasil campuran Minyak jelantah ini diklaim bagus untuk daya penerbangan jarak jauh selama sembilan jam dari Helsinki ke New York. Penggunaan campuran minyak Jelantah ini, yang lazim disebut Biofuel yang digunakan oleh Finn Air akan menjadi penerbangan transatlantik perdana maskapai ini. Uji coba telah dilakukan pada hari Selasa (23/9/2014) bertepatan dengan pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Perubahan Iklim di New York.

Apa Keuntungannya Menggunakan Minyak Jelantah untuk campuran Bahan bakar pesawat? Selain keuntungan meningkatkan daya penerbangan jarak jauh, Finn Air menyatakan bahwa penggunaan biofuel akan dapat mengurangi emisi karbon dioksida bersih sebesar 50 sampai 80 persen dengan beralih ke sumber bahan bakar yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Namun Sayangnya, harga biofuel dua kali lebih mahal dari harga bahan bakar jet yang diproduksi secara konvensional. Oleh karena itu, penggunaan biofuel masih terlalu mahal untuk setiap maskapai penerbangan yang beroperasi secara eksklusif.


Minyak Goreng Bekas di Indonesia Sebagian Sudah Dimanfaatkan Sebagai Biodiesel Untuk Kebutuhan Industri

Pesawat Finn Air Pakai Bahan Bakar Minyak Jelantah: di Indonesia?
Minyak Goreng Bekas (Used Cooking Oil)

Berbeda di Finlandia, beda pula fakta tentang pemanfaatan Minyak gorang bekas di Indonesia ternyata sudah dimanfaatkan juga untuk industri, namun minyak goreng bekas 
Seperti InfoTech Review kutip dari Kontan.co.id, pada salah satu artikel websitenya yang berjudul GREEN BUSINESS MENGOLAH MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL Meraup laba dengan menyulap minyak jelantah menjadi biodiesel pada 23/12/2011 mengatakan seorang pengusaha asal Jonggol, Kabupaten Bogor bernama Toniaga Djie produsen biodiesel jelantah. Tony mengumpulkan minyak jelantah dari pengepul dan kemudian mengolahnya menjadi biodiesel.

Ia membeli minyak jelantah dari para pengepul itu dengan harga Rp 4.250 per liter. Minyak jelantah itu kemudian disaring. Selanjutnya, Toniaga menggunakan zat tertentu untuk menghilangkan warna dan bau. Setelah jernih, dilakukan proses esterifikasi yang mengubah jelantah menjadi biodiesel. "Rendemen minyak jelantah 70%. Artinya, seliter jelantah menghasilkan 0,7 liter biodiesel," kata Toniaga.
Dalam sehari, Toniaga mampu menghasilkan 6.000 hingga 9.000 liter minyak biodiesel. Ia menjual minyak ini dengan harga Rp 9.000 per liter. Dalam sebulan, Toniaga mampu mendulang omzet antara Rp 54 juta hingga Rp 81 juta per hari. "Produksinya banyak karena permintaannya juga besar," kata Toniaga.


Toniaga menambahkan konsumen biodiesel produksi Toniaga antara lain perusahaan peleburan aluminium dan timah, serta produsen tekstil di Kalimantan, Medan, Lampung, Cirebon, Semarang dan Surabaya. "Alih fungsi jelantah menjadi biodiesel itu secara ekonomis menguntungkan dan diharapkan mengurangi pemicu kanker. Selain itu, mutu biodiesel jelantah tetap bagus asal diolah dengan prosedur yang benar,"

Tapi masih saja banyak oknum yang mengoplos minyak jelantah menjadi minyak goreng kembali dan dijual dengan harga miring kepada masyarakat, ini akan berbahaya akan kesehatan.


Kita harap pemerintah baru ini, mau membuka mata dengan hal sumber daya eenergi yang berkelanjutan ini, agar mampu membantu meningkatkan perekonomian Indonesia. Karena Sumber Daya Energi dari Kelapa Sawit bisa menghasilkan lebih mahal jika diolah dengan baik dan bukan hanya barang mentah berupa CPO saja. Semoga!


Baca Juga Pesawat Terbang R80 Kebangkitan Industri Dirgantara Indonesia


Bantu like & Share ya..

0 komentar

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.