Rabu, Mei 21, 2014

Capres Jokowi dan Prabowo, Siapa Paling Populer di Sosial Media

Perjalanan panjang pesta demokrasi di Indonesia tahap demi tahap telah dilalui, setelah tahapan memilih calon legislatif dan sekarang untuk memilih calon presiden yang akan berlangsung 9 Juli Nanti. Setelah mendapat persentasi koalisi partai dikarenakan tak ada satu partai pun yang bisa mencalonkan diri sebagai capres tanpa dukungan koalisi partai hingga mencapai ambang batas (President Treshold) yaitu Mencapai 20 Persen suara di DPR dan 25 persen suara nasional. Dan setelah lobi cari kawan partai politik menyusut menjadi  dua kandidat pasangan Capres dan Cawapres, antara Capares dan Cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla dan Pasangan Capres Prabowo dan Cawapres Hatta Radjasa. Dan setelah resmi mendaftar di KPU sebagai peserta Calon Presiden dan Wakil Presiden inilah calon wakil presiden kita mendatang yang akan kita pilih dalam pesta demokrasi untuk memilih pemimpin Indonesia 5 tahun kedepan. InfoTech Review tidak akan mengulas lebih jauh tentang politik pada pemilihan capres, namun ada sisi menarik dari teknologi internet yang bisa diangkat baik untuk hiburan dan bisa juga perbandingan kepopuleran di sosial media.

Namun ada yang menarik yang InfoTech Review angkat dari pertarungan 2 Capres dan Cawapres ini dari sisi teknologi di Internet. Internet sebagai salah satu media yang terpopuler untuk mengangkat elektabilitas dari sisi positifnya, dan dari sisi negatif media internet juga bisa menjatuhkan lawan politik. Lalu menariknya dari dua pasangan capres ini siapa yang paling populer jika ditinjau dari media internet melalui mesin pencari Google Indonesia dan Google Fight. Berikut Hasilnya melalui Gambar

Memasukkan Kata Kunci di Google.co.id Nama Capres Joko Widodo dan hasilnya 12.600.000 laman web yang membahas Jokowi. baik itu dari website , Website sosial media dan berbagai sumber online lainnya. Seperti Gambar Berikut;



Sedangkan Nama Capres Prabowo Subianto hasilnya 3.740.000 laman web laman web yang membahas Prabowo Subianto. baik itu dari website , Website sosial media dan berbagai sumber online lainnya. Seperti Gambar berikut;

Capres Jokowi dan Prabowo, Siapa Paling Populer di Sosial Media


Dari dua kata kunci Nama Capres ini,  kepopuleran Joko Widodo lebih unggul dari Prabowo Subianto, dalam artian semakin banyak laman web yang yang ditampilkan Google penelusuran maka semakin banyak pula kata kunci tersebut dibahas di media internet. 
Capres Jokowi dan Prabowo, Siapa Paling Populer di Sosial Media
Bagaimana jika nama dua Capres tersebut dianalisis oleh Google Fight. Google Fight ini adalah sebuat website yang bukan dari affiliasi Google yang bertujuan membandingkan dua kata kunci penelusuran yang datanya diambil dari mesin pencari Google. Tujuannya hanya untuk entertaimen saja dimana membandingkan 2 queri yang berbeda dan mendapatkan hasil dari perbandingan tersebut seperti membandingkan "Steve Jobs VS Mark Zuckerberg", atau "Mocrosoft VS Google". Jadi dari hasil Google Fight untuk Nama Joko Widodo VS Prabowo Subianto maka hasilnya adalah Joko Widodo Menang dengan 1.750.000 dan Prabowo Subianto hanya sekitar 773.000. Lalu bagaimana dengan kepopuleran Cawapresnya? Silakan Anda mencoba memasukkan sendiri di Google Fight.
Capres Jokowi dan Prabowo, Siapa Paling Populer di Sosial Media

Ingat ini hanya untuk entertaimen saja, sekaligus harapan masyarakat Indonesia dan sisi menarik dari kepopuleran tokoh di media internet yang bisa diangkat. Dan ini bukan hasil survey atau penelitian apapun terhadap dua pasangan Capres tersebut. Yang terpenting bagi kita adalah paparan visi misi yang logis dari kedua Capres ini yang kita lihat nanti saat debat kandidat dilaksanankan, dan disinilah kita menentukan mana yang terbaik untuk memimpin Indonesia 5 Tahun mendatang. Jangan pernah juga percaya dengan kepopuleran, pencitraan tokoh, janji yang tidak realistik untuk diwujudkan yang nantinya akan membuat rakyat sengsara. 

Ini bukanlah pertarungan kalah menang dan kepopuleran capres pada pemilihan pemimpin Indoneia yang akan datang, bagi InfoTech Review mengharapkan pemimpin Indonesia mendatang harus mampu meningkatkan sumber daya manusia seiring dengan kemajuan teknologi agar masyarakat Indonesia bisa mengelola sumber daya dengan baik dan mampu bersaing dengan negara maju baik dari sisi Human Resources dan Teknologi.

0 komentar

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.