Selasa, Desember 24, 2013

Mobil Listrik; Antara Teknologi dan Energi

InfoTech Review.com - Mobil listrik sudah dikembangkan sejak awal abad 19, karena energi minyak pada saat itu masih stabil dan murah, namun teknologi mobil listrik redup setelah krisis energi melanda dunia, dan pada beberapa tahun belakangan ini mobil listrik kembali digalakkan sebagai salah satu cara untuk penghematan energi yang berbahan bakar fosil, namun mobil listrik masih banyak hambatan meskipun masih terus dikembangkan. Di Indonesia Mobil listrik sudah dikembangkan sejak awal tahun 2012, ketinggalan beberapa langkah dari negara maju dimana sudah tersedia SPBU untuk mengisi daya listrik untuk mobil listrik.

Di satu sisi pemerintah, pemangku kepentingan dan para pemerhati lingkungan mendukung untuk mengembangkan teknologi mobil listrik ini yang dianggap murah secara teknologinya, namun mahal untuk aplikasinya, wajar saja mobil listrik lebih mahal dari pada mobil dengan bahan bakar fosil. Begitu juga dengan hasil emisi lebih sedikit yang dihasilkan mobil listrik dari pada mobil umumnya yang menggunakan bahan bakar minyak dan gas. Untuk riset dan pengembangan sedang terus dikembangkan, walaupun cost untuk riset ini tidaklah murah, namun ujicoba juga terus ditingkatkan untuk menghasilkan teknologi mobil listrik yang mampu menghemat energi minyak dan ramah lingkungan.

Di sisi lain pemerintah sedang giat-giatnya berkampanye untuk penghematan energi, konversi minyak ke gas, seperti mobil dengan BBG begitu juga kompor Ibu rumah Tangga yang sudah beralih ke gas, dan tidak menggunakan minyak bumi. Namun pemerintah masih memberi izin mobil Low Cost And Green Car (LCGC) beredar, setelah lama tarik ulur. Dan yang pasti masyarakat akan juga menikmati mobil murah ini terutama menegah ke bawah. Ini juga akan berdampak kepada energi bahan bakar minyak, dimana semakin banyaknya mobil dan akan berimbas kemacetan dan lagi lagi energi tidak bisa dihemat. Begitu juga subsidi BBM susah untuk dicabut sepenuhnya.

Mobil listrik adalah mobil masa depan dan diprediksi bisa menjadi salah satu teknologi yang akan terus dikembangkan di tahun yang akan datang, yang akan menjadi tren mobil dimasa depan tanpa lagi menggunakan bahan bakar minyak untuk mengatasi masalah lingkungan dan semakin mahalnya energi yang tidak dapat diperbaharui ini, stok minyak bumi bisa dihitung, jika krisis energi melanda ekonomi dunia akan hancur sehancur-hancurnya tanpa ada energi alternatif yang dikembangkan melalui teknologi yang tentunya teknologi murah dan ramah lingkungan

Baca Juga 10 Teknologi Yang Bersinar di Masa Depan

1 komentar

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.